Tampil Cantik dengan Scarf Sambil Bantu Pendidikan Indonesia

JawaPos.com – Siapa bilang fashion hanya bersentuhan dengan penampilan dan gaya hidup glamour? Lewat kolaborasi bersama program Semua Murid Semua Guru (SMSG), HIJUP menunjukkan kalau fashion juga bisa bergerak ke ranah pendidikan.

Kali ini, HIJUP mengeluarkan scarf dengan motif khusus untuk gerakan SMSG #KamiBudi. Yup, gerakan #KamiBudi merupakan salah satu wadah bagi untuk mengembangkan pendidikan Indonesia khususnya daerah yang tak terjamah internet. Gerakan ini membagikan ribuan flashdisk yang berisi video tentang konten pendidikan dan profesional untuk murid-murid di Indonesia.

Lalu, kok bisa scarf berhubungan dengan gerakan flashdisk #KirimBudi?

hijup, tren scarf, semua murid semua guru, gerakan #KirimBudi,Peragaan scarf SMSG yang bisa digunakan untuk hijab, syal, dan outer. (Istimewa)

Hanna Faridl selaku Chief of Merchandiser & Buyer Officer HIJUP, mengungkapkan nantinya dengan membeli scarf SMSG ini, pembeli bisa mendonasikan pembeliannya untuk gerakan flashdisk #KirimBudi. Dengan kata lain, setiap pembelian scarf SMSG, maka konsumen ikut menyumbangkan satu flashdisk.

“HIJUP ingin selalu berkontribusi dalam kebaikan, salah satunya dengan program #KirimBudi. Bagi saya ini investasi jangka panjang, karena lewat ini mungkin baru akan terasa di kemudian hari,” ujar Hanna saat konferensi pers di Jakarta eberapa waktu lalu.

Meski scarf SMSG didedikasikan untuk pendidikan, Hanna tetap memerhatikan desainnya yang stylish dan kekinian. Tampil berwarna biru, scarf SMSG menggunakan motif yang berhubungan dengan pendidikan seperti pulpen, buku, piala, serta alat hitung yang dipadukan tanda plus (+), kurang (-), dan kali (x).

“Gambar-gambarnya memang ada hubungannya dengan pendidikan, tapi kalau dilihat dari jauh itu tidak terlihat (simbol-simbolnya),” lanjutnya.

Sedangkan, inisiator gerakan #KirimBudi, Najelaa Shihab, mengungkapkan pengiriman flashdisk dilakukan sebagai respon terhadap tidak meratanya akses internet. Sehingga, informasi yang seharusnya bisa didapatkan murid dari dunia luar jadi terhambat.

Tak hanya soal pendidikan tapi juga wawasan seperti profesi. Sehingga murid-murid punya pengetahuan lebih luas seperti yang ada di internet.

“Kami harap konten dalam flashdisk ini akan menginspirasi anak-anak bahwa terdapat begitu banyak jenis profesi. Mereka dapat belajar dari profesi di berbagai lokasi dan mimpi mereka dapat diwujudkan,” ungkapnya.

Pada pengiriman pertama ini, flashdisk akan didistribusikan ke 1450 sekolah di berbagai wilayah di Indonesia. Akan ada 2.320 Guru dan 1.422.530 siswa yang terpapar video belajar dari konten kreator seperti Inibudi.org, Hujan Tanda Tanya, Kok Bisa, Koharo TV, Ayo Mikir Hutan Itu Indonesia, dan Toleransi.id yang ada di dalam flashdisk #KirimBudi.

(ana/JPC)