Sering Jadi Sorotan Bahkan Endorse di Medsos, Ini Dampaknya Bagi Anak

JawaPos.com – Setiap orang yang aktif di media sosial memiliki motivasi yang berbeda-beda. Ada yang ingin membagikan tentang perjalanan hidup, kebahagiaan, ide, eksis, dan juga ada nilai bisnis.

Tak jarang bahwa jika seseorang sudah memiliki banyak followers tentu memiliki peluang bisnis yang menjanjikan lewat endorse. Hal ini sering ditemui bukan pada anak muda saja tetapi juga ibu milenial yang melibatkan anaknya sendiri di media sosial.

Banyak ibu yang beruntung, secara tak sengaja anaknya tiba-tiba menjadi sorotan netizen karena tingkah lucunya yang menggamaskan. Sehingga tawaran untuk endorse produk pun berdatangan. Selain eksis dan memiliki sumber pendapatan tambahan, si buah hati tentu menjadi pusat perhatian banyak orang.

Lalu apakah endorse bisa berdampak tak baik terutama untuk di bawah umur?

Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan anak akan terbentuk dari apa yang dipaparkan orang tuanya sejak usia dini sampai usia dewasa. Semakin dini paparan tersebut, maka akan menjadi bagian dari karakter si anak.

“Kalau misalnya dia dipaparkan dengan media sosial, waktu umur 18 tahun akan beda impactnya dengan waktu 12 tahun, akan beda juga impactnya dengan dia yang berumur 1 tahun,” kata Ratih Ibrahim, Psikolog, ketika ditemui di acara Fashion Show Celebration di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (27/11).

Karakter anak yang sering terpapar media sosial, ketika dewasa akan berbeda dengan anak yang sejak kecilnya hidup tanpa sorotan. Dengan kata lain, misalnya saat kecil ia menjadi sorotan dengan banyak perhatian. Tapi ketika mulai besar dan sorotan tersbeut hilang, bisa merusak suasana hati sang anak.

“Bisa jadi dia menjadi haus perhatian, lalu dia menjadi goncang kok perhatian ke saya jadi hilang, kalau itu yang terjadi bisa mengacu pada banyak masalah,” lanjut Ratih Ibrahim. 

(Inr/JPC)